Senin, 31 Oktober 2016

TUGAS 2 PENGANTAR TELEMATIKA

A.   Pengertian Telematika

Telematika merupakan adopsi dari bahasa Prancis yang sebenarnya adalah “TELEMATIQUE” yang kurang lebih dapat diartikan sebagai bertemunya sistem jaringan komunikasi dengan teknologi informasi.
Pertama kali istilah Telematika digunakan di Indonesia adalah pada perubahan pada nama salah satu laboratorium telekomunikasi di ITB pada tahun 1978.
Cikal bakal Laboratorium Telematika berawal pada tahun 1960-an. Sempat berganti-ganti nama mulai dari Laboratorium Switching lalu Laboratorium Telekomunikasi Listrik. Seiring perjalanan waktu dan tajamnya visi para pendiri, pada tahun 1978 dilakukan lagi perubahan nama menjadi Laboratorium Telematika. Ketika itu, nama Telematika tidak sepopuler seperti sekarang. Pada tahun 1978 itulah, di Indonesia, istilah Telematika pertama kali dipakai.
Para praktisi mengatakan bahwa TELEMATICS merupakan perpaduan dari dua kata yaitu dari “TELECOMMUNICATION and INFORMATICS” yang merupakan perpaduan konsep Computing and Communication. Istilah telematika juga dikenal sebagai “the new hybrid technology” karena lahir dari perkembangan teknologi digital. Dalam wikipedia disebutkan bahwa Telematics juga sering disebut dengan ICT (Information and Communications Technology).
Salah satu milis internet Indonesia terbesar adalah milis Telematika. Dari milis inipun tidak ada penjelasan mengapa milis ini bernama telematika, yang jelas arsip pertama kali tercatat dikirimkan pada tanggal 15 Juli 1999. Dari hasil pencarian di arsip mailing list Telematika saya menemukan salah satu ulir diskusi menarik (membutuhkan login) tentang penamaan Telematika yang dikirimkan oleh Paulus Bambang Wirawan.
Istilah telematika sering dipakai untuk beberapa macam bidang, sebagai contoh adalah:
·         Integrasi antara sistem telekomunikasi dan informatika yang dikenal sebagai Teknologi Komunikasi dan Informatika atau ICT (Information and Communications Technology). Secara lebih spesifik, ICT merupakan ilmu yang berkaitan dengan pengiriman, penerimaan dan penyimpanan informasi dengan menggunakan peralatan telekomunikasi.
·         Secara umum, istilah telematika dipakai juga untuk teknologi Sistem Navigasi/Penempatan Global atau GPS (Global Positioning System) sebagai bagian integral dari komputer dan teknologi komunikasi berpindah (mobile communication technology).
·         Secara lebih spesifik, istilah telematika dipakai untuk bidang kendaraan dan lalulintas (road vehicles dan vehicle telematics).

B.   Desain yang digunakan untuk meningkatkan jaringan komunikasi dengan teknologi informasi
A. Jaringan Kabel (Wireline)
Fungsi jaringan adalah untuk berbagi sumber daya yang dimiliki dan untuk berkomunikasi secara elektronik. Sebuah jaringan biasanya terdiri dari 2 atau lebih komputer yang saling berhubungan. Jaringan komputer wireline bekerja bekerja dengan menggunakan kabel-kabel sebagai penghubung antar komputer. 
Kabel yang dapat digunakan adalah kabel coaxial, twisted pair dan serat optik.
Pada setiap komputer harus dilengkapi dengan kartu antarmuka yang disebut dengan NIC (Network Interface Card) atau LAN (Local Area Network). Jaringan kabel yang biasanya digunakan pada area yang kecil misalnya satu ruangan dan gedung. Setiap komputer yang terhubung dalam jaringan memiliki MAC Address atau IP Address (Internet Protocol, merupakan alamat penomoran komputer, maksimal 255) yang berbeda-beda. 
Keunggulan dari jaringan wireline adalah:
·         Transmisi data 10 s.d. 100 Mbps
·         Delay atau waktu koneksi antarkomputer cepat
·         Transmisi data berjalan dengan lancar
·         Biaya peralatan terjangkau
Kelemahan dari jaringan wireline adalah :
·         Penggunaan terbatas pada tempat yang terjangkau kabel
·         Waktu untuk instalasi lama
·         Membutuhkan tempat dan lokasi jaringan yang permanen
·         Membutuhkan biaya perawatan rutin
·         Sulit untuk berpindah tempat

B. Jaringan Tanpa Kabel (Wireless)
Seiring dengan kecanggihan teknologi informasi, untuk membangun sebuah jaringan komputer dapat dimungkinkan tanpa menggunakan kabel (nirkabel).
Untuk pengganti kabel sebagai penghubung dapat digunakan gelombang radio (radio frequency), sinar inframerah (infrared), bluetooth, dan melalui gelombang mikro (microwave).
Komputer mobile, seperti notebook dan PDA (personal digital assistant) merupakan komputer yang dapat digunakan pada jaringan nirkabel.
Keunggulan / keuntungan jaringan nirkabel:
·         Mobilitas (Jaringan nirkabel menyediakan pengaksesan secara real-time kepada pengguna jaringan dimana saja selama berada dalam batas aksesnya.)
·         Kecepatan Instalasi (Proses instalasi jaringan ini relatif lebih cepat dan mudah karena tidak membutuhkan kabel yang harus dipasang sebagai penghubung.)
·         Fleksibilitas tempat (Jaringan nirkabel atau wireless sangat fleksible terhadap tempat, berbeda dengan jaringan kabel yang tidak mungkin untuk dipasang tanpa kabel)
·         Pengurangan anggaran biaya (Bila terjadi perpindahan tempat, anggaran biaya dapat ditekan walaupun investasi awal pada jaringan nirkabel ini lebih besar biayanya daripada jaringan kabel. Biaya instalasi dapat diperkecil karena tidak membutuhkan kabel dan biaya pemeliharaannyapun lebih murah.)
·         Konfigurasi jangkauan (Konfigurasi jaringan dapat diubah dari jaringan peer–to-peer untuk jumlah pengguna yang sedikit menjadi jaringan infrastruktur yang lebih banyak.)
Kelemahan dari jaringan nirkabel adalah:
·         Transmisi data hanya 1-2 Mbps yang jumlahnya jauh lebih rendah bila dibandingkan dengan jaringan yang menggunakan kabel.
·         Transmisi data dari komputer yang berbeda dapat mengganggu satu sama lainnya.
·         Biaya peralatan mahal
·         Adanya delay atau waktu koneksi yang besar
·         Adanya masalah propagasi radio, seperti terhalang, terpantul, dan banyak sumber interferensi
·         Kapasitas jaringan memiliki keterbatasan yang disebabkan spektrumnya tidak besar (pita frekuensinya tidak dapat diperlebar)
·         Keamanan data atau kerahasiaan data kurang terjamin
·         Sinyalnya terputus-putus (intermittence) yang disebabkan oleh adanya benda yang menghalangi sinyal.
·         Pembangunan jaringan nirkabel pada area kecil sangat sederhana, kita hanya membutuhkan satu buah wireless access point sebagai hotspot dan wireless card adapter yang dipasang pada setiap komputer.
·         Untuk jaringan nirkabel yang lebih luas dapat menggunakan microwave (gelombang mikro) yang dihubungkan dengan satelit. Gelombang mikro dapat mencapai jarak yang jauh dan luas. Jaringan ini memerlukan biaya yang agak mahal.
C. Jaringan Modem
Modem merupakan media elektronik untuk menghubungkan komputer dengan jaringan internet. Modem bekerja menggunakan sinyal digital yang diterjemahkan menjadi sinyal analog untuk ditransmisikan dan sebaliknya, menerjemahkan sinyal analog menjadi sinyal digital.
·         Berdasarkan teknologinya, modem dibedakan menjadi:
o   Modem Dial-Up (Modem telepon)
o   Cable Modem
o   Model DSL
1.      Modem Dial-Up (Modem Telepon)
Modem telepon bekerja dengan menggunakan jaringan wireline yaitu kabel telepon. Pemasangan pada modem dial-up ini prosesnya lebih mudah dan biaya lebih murah – harus menghubungi ISP (internet service provider). 
Jenis modem ini yang beredar terdiri dari model internal dan model eksternal. Modem internal dipasang pada slot ekspansi mainboard, dan model eksternal dipasang pada komputer dengan menggunakan kabel data serial atau kabel data USB. 
Contoh ISP : Telkomnet (telkomnet@instan), IndosatNet, WasantaraNet, GrahamediaNet, dan CBNet. 
2.      Cable Modem
Cable modem memiliki cara kerja yang menyerupai cara kerja Network Interface Card (NIC) atau kartu ethernet yang dipasang pada komputer untuk LAN. 
Proses kerja dari cable modem adalah memisahkan sinyal dari TV kabel menjadi dua yaitu sinyal untuk televisi dan sinyal data yang dihubungkan ke cable modem. Kemudian, cable modem dihubungkan dengan kartu jaringan (Network Interface Card) yang terdapat dalam PC. Kecepatan data downstream (sinyal masuk) rata-rata berkisat antara 4-56 Mbps. Sedangan kecepatan upstream (sinyal keluar) berkisar antara 256 Kbps hingga Mbps.Telkom Speedy (Modem DSL)
Contoh : Untuk mendownload file sebesar 10 MB, pada beberapa modem idealnya dapat dilihat seperti tabel berikut :
Tipe Modem
Kecepatan Modem
Waktu Transfer
Modem Dial Up
Modem Dial Up
Modem Dial Up
Modem ISDN
Cable Modem
Cable Modem
14.400 bps
28.800 bps
56.000 bps
128.000 bps
4 Mbps
10 Mbps
1,5 jam
46 menit
24 menit
10 menit
20 detik
9        detik
Selain kecepatan transfer seperti tabel diatas, pada kenyataannya juga dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu :
·         Kecepatan processor dan memori komputer
·         Perangkat keras dan lunak yang mengatur alur data antara jaringan dan internet
·         Kepadatan lalu-lintas internet yang melalui backbone internet dari penyedia jasa internet
·         Kemampuan dan kecepatan dari server
·         Jumlah pengguna yang mengakses suatu server secara bersamaan
3.      Modem DSL
Saat ini DSL (Digital Subscribser Line) merupakan pesaing utama cable modem.
Teknologi untuk modem DSL yang baru tersedia adalah ADSL (Asymmetric Digital Subscriber Line) . Tapi di Indonesia belum semua daerah terjangkau oleh teknologi DSL.
ADSL menggunakan jaringan kabel telepon yang sudah diupgrade atau memiliki enhancement tertentu. ADSL tidak membutuhkan saluran telepon kedua tetapi membutuhkan splitter untuk pembagian antara modem dengan telepon. Kecepatan ADSL tidak terlalu jauh berbeda dengan kabel modem, dimana kecepatan downstream (data masuk) maksimum 1,5 Mbps dan kecepatan upstream (data keluar) berkisar antara 64 Kbps. 

D. Jaringan Dengan Satelit
Cara kerja satelit secara sistem konvensional yaitu dengan mengirimkan sinyal dari komputer dan direlay oleh satelit tanpa dilakukan pemrosesan dalam satelit.
1.   Komponen dasar dari transmisi satelit adalah :
·         Satelit Bumi => digunakan untuk mengirim dan menerima data.
·         Satelit (transponder)

2.   Cara kerja transmisi data melalui satelit dengan memperhatikan komponen yaitu satelit menerima sinyal dari satelit bumi (up-link) kemudian memperkuat sinyal, mengubah frekuensi dan mentransmisikan kembali data ke stasiun bumi penerima yang lain (down-link).
3.   Jangkauan frekuensi satelit adalah:
·         4-6 giga hertz disebut dengan C-Band
·         12-14 giga hertz disebut dengan Ku-Band
·         20 giga hertz
-      Kelemahan jaringan satelit adalah transmisi sangat mudah ditangkap karena berjalan melalui udara terbuka.
-      Jaringan telekomunikasi menggunakan satelit sangat tepat untuk menjangkau wilayah yang sulit dicapai oleh jaringan kabel maupun jaringan wireless konvensional. Selain itu, komunikasi satelit dapat dipilih untuk menjangkau area geografis yang lebih luas. Salah satu contoh jaringan telekomunikasi menggunakan satelit adalah VSAT. Komunikasi dengan VSAT terjamin keamanannya dan cepat. Sistem ini jauh lebih sulit disadap dibanding dengan komunikasi radio maupun komunikasi menggunakan kabel. 
-      Keuntungan pemakaian VSAT adalah:
·         Kecepatan transfernya tinggi
·         Jaringan akses langsung ke router ISP dengan keandalan mendekati 100%.
Sistem VSAT banyak diterapkan pada mesin-mesin ATM (Automatic Teller Machine), televisi berlangganan, dan telepon satelit.
Skema Jaringan VSAT

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjbZDVub3FKLPsCGKA2895dxihzsXE0Y_EIU9hciDbjEfbEWrtLfx0vRKYr7OACZw2MeeSSogHR7kumsnF2SEEp-39-sDFua9s6K2o8_ek_9NtoyhZCoEyJAHY4FJSKZIMpbi8ikjAEXfZz/s320/Jaringan+VSAT.gif
Satelit sebagai jaringan internet dan multimedia memiliki beberapa kelebihan, yaitu:
·         Jangkauan yang luas antarbenua
·         Mampu mentransmisikan data dengan kecepatan tinggi
·         Pembangunan infrastrukturnya relatif cepat
Sedangkan beberapa kekurangannya, yaitu:
·         Keamanan data kurang terjamin
·         Peralatan yang sangat mahal

C.   Pengertian Client Server
Client merupakan sembarang sistem atau proses yang melakukan suatu permintaan data atau layanan ke server sedangkan server ialah, sistem atau proses yang menyediakan data atau layanan yang diminta oleh client.
Client-Server adalah pembagian kerja antara server dan client yg mengakses server dalam suatu jaringan. Jadi arsitektur client-server adalah desain sebuah aplikasi terdiri dari client dan server yang saling berkomunikasi ketika mengakses server dalam suatu jaringan.
Client Server dibagi menjadi 2 yaitu :
-      Client side : merupakan teknologi webpage yang menerapkan jenis pemrograman web dimana perintah yang diberikan akan diproses di web server, kemudian hasilnya dikirimkan ke browser pengguna dalam bentuk HTML, sehingga pengguna tidak dapat melihat kode asli yang ditulis dalam bentuk nserver side programming seperti; CGI/Pert Active Page, PHP, Cold fussion dan lain-lain. Contoh lain dari teknologi webpage yang bersifat server side adalah mesin pencari ( search engine).
-      Server side : merupakan teknologi webpage yang menerapkan jenis pemrograman web dimana perintah program dijalankan di web browser sehingga ketika client meminta dokumen yang mengandung script, script tersebut akan diambil dari web server kemudian dijalankan di web browser yang bersangkutan. Contoh dari Client side programming seperti: Java Script, VbScript, HTML.

2.     Kolaborasi arsitektur sisi Client dan sisi Server
a.       Single Tier (One Tier)
Semua komponen produksi dari sistem dijalankan pada komputer yang sama pada arsitektur single tier ini. Model single tier adalah model yang sederhana mudah digunakan pengguna (user) dan paling sedikit memiliki alternative. Kelemahan dari arsitektur ini adalah kurang aman dan kurang memiliki skalabilitas.
b.      Two Tier
Pengolahan informasi pada arsitektur ini dapat dibagi menjadi dua, yaitu sistem user interface (antarmuka pengguna) lingkungan dan lingkungan server manajemen database. Arsitektur two tier memiliki tingkat keamanan yang lebih tinggi dan terukur daripada arsitektur single tier. Arsitektur ini memiliki database pada komputer yang terpisah dan hal tersebut menyebabkan arsitektur ini dapat meningkatkan kinerja keseluruhan situs. Arsitektur two tier memiliki kelemahan, yaitu biayanya yang malah, arsitekturnya yang kompleks, tidak adanya pembaruan kode, skalabilitasnya kurang dan tingkat keamananya kurang. Disamping itu, kelebihan dari arsitektur two tier adalah mudah digunakan oleh pengguna, dapat menangani database server secara khusus dan bisnis lingkup kecil sangat cocok menggunakan arsitektur ini.
c.       Three Tier
Karena arsitektur sebelumnya memiliki cukup banyak kelemahan, maka dikembangkanlah arsitektur three tier ini yang akan membantu mengatasi kelemahan dari arsitektur two tier. Arsitekur three tier memiliki 3 lapisan. Kelebihan dari arsitektur ini adalah memiliki skala yang besar, transfer informasi antara web server dan server database optimal, tidak akan menyebabkan lapisan lain terkontaminasi salah jika salah satu lapisan terdapat kesalahan. Dan kekurangannya , arsitektur ini lebih sulit untuk merancang , lebih sulit untuk mengatur dan lebih mahal.




https://id.wikipedia.org/wiki/Telematika

Minggu, 09 Oktober 2016

Pengantar Telematika

1.      Definisi telematika
Telematika merupakan adopsi dari bahasa Prancis yang sebenarnya adalah “TELEMATIQUE” yang kurang lebih dapat diartikan sebagai bertemunya sistem jaringan komunikasi dengan teknologi informasi.
Pertama kali istilah Telematika digunakan di Indonesia adalah pada perubahan pada nama salah satu laboratorium telekomunikasi di ITB pada tahun 1978.
Cikal bakal Laboratorium Telematika berawal pada tahun 1960-an. Sempat berganti-ganti nama mulai dari Laboratorium Switching lalu Laboratorium Telekomunikasi Listrik. Seiring perjalanan waktu dan tajamnya visi para pendiri, pada tahun 1978 dilakukan lagi perubahan nama menjadi Laboratorium Telematika. Ketika itu, nama Telematika tidak sepopuler seperti sekarang. Pada tahun 1978 itulah, di Indonesia, istilah Telematika pertama kali dipakai.
Para praktisi mengatakan bahwa TELEMATICS merupakan perpaduan dari dua kata yaitu dari “TELECOMMUNICATION and INFORMATICS” yang merupakan perpaduan konsep Computing and Communication. Istilah telematika juga dikenal sebagai “the new hybrid technology” karena lahir dari perkembangan teknologi digital. Dalam wikipedia disebutkan bahwa Telematics juga sering disebut dengan ICT (Information and Communications Technology).
Telematika merupakan teknologi komunikasi jarak jauh, yang  menyampaikan informasi satu arah, maupun timbale balik, dengan sistem digital. Pengertian Telematika sendiri lebih mengacu kepada industri yang berhubungan dengan penggunaan komputer dalam sistem telekomunikasi. Yang termasuk dalam telematika ini adalah layanan dial up ke internet maupun semua jenis jaringan yang didasarkan pada sistem telekomunikasi untuk mengirimkan data. Internet sendiri merupakan salah satu contoh telematika.
2.      Contoh pemanfaatan Telematika:
Istilah telematika sering dipakai untuk beberapa macam bidang, sebagai contoh adalah:
·         Integrasi antara sistem telekomunikasi dan informatika yang dikenal sebagai Teknologi Komunikasi dan Informatika atau ICT (Information and Communications Technology). Secara lebih spesifik, ICT merupakan ilmu yang berkaitan dengan pengiriman, penerimaan dan penyimpanan informasi dengan menggunakan peralatan telekomunikasi.
·         Secara umum, istilah telematika dipakai juga untuk teknologi Sistem Navigasi/Penempatan Global atau GPS (Global Positioning System) sebagai bagian integral dari komputer dan teknologi komunikasi berpindah (mobile communication technology).
·         Secara lebih spesifik, istilah telematika dipakai untuk bidang kendaraan dan lalulintas (road vehicles dan vehicle telematics). Ragam bentuk Telematika, ragam bentuk yang akan disajikan merupakan aplikasi yang sudah berkembang diberbagai sector.
3.      Bidang-bidang pengantar telematika
·         E-Government dihadirkan dengan maksud untuk administrasi pemerintahan secara elektronik di Indonesia ini sudah ada suatu badan yang mengurusi tentang telematika, yaitu Tim Koordinasi Telematika Indonesia(TKTI).
·         E-Commerce prinsipnya tetap pada transaksi jual beli. Semua proses transaksi perdagangan dilakukan secara elektronik. Mulai dari memasang iklan pada berbagai situs atau web, membuat pesanan atau kontrak, mentransfer uang, mengirim dokumen sampai membuat claim.
·         E-Lerning adanya teknologi telematika, yang dapat menghubungkan guru dengan muridnya dan mahasiswa dengan dosennya. Melihat hasil perolehan belajar berupa nilai secara online, mengecek jadwal kuliah dan mengirim naskah tugas dapat dilakukan.

4.      Perkembangan Telematika dalam Informasi

Awal Mula Lahirnya Telematika Telematika, pada awalnya dikembangkan disisi internet. Ketika komputer tersebar luas kebutuhan akan suatu cara mudah untuk menukar data tumbuh berkembang. Ini adalah ketika teknologi telekomunikasi telah digunakan untuk menghubungkan antar komputer dan kemudian telematika dilahirkan. Telematika adalah jawaban dari keprihatinan yang teijadi pada tahun 1976 di Prancis,, ketika itu perkembangan aplikasi komputer telah merubah organisasi ekonomi dan sosial masyarakat.
Perkembangan Telematika Saat Ini Saat ini banyak bidang yang memanfaatkan telematika,. seperti bidang telekomunikasi yang berfokus pada pertukaran data yang menjadi kebutuhan konsumen mereka seperti telekomunikasi lewat telepon,, saluran televisi, radio, media lainnya, dan bahkan system pelacakan navigasi secara realtime berbasis satelit yang disebut GPS(Global Positioning System). Dalam penerapaannya, Telematika menggunakan teknologi pengiriman, penerimaan dan penyimpanan informasi melalui perangkat telekomunikasi dalam hubungannya dengan pengaruh pengendalian/control pada objek jarak jauh. Dalam penerapan di bidang navigasi, telematika membutuhkan perangkat GPS sebagai perangkat pengiriman data, lalu data telematika diterima oleh layanan (vendor) seluler dan di teruskan ke pelangggan . Kemudian data telematika disimpan oleh pelanggan di device telekomunikasi seperti handphone, pda, dan smartphone .




Sumber :

Minggu, 05 Juni 2016

Sayuran Organik



Tentang Sayuran Organik
Sayuran organik adalah sayuran yang dibudidayakan secara alami tanpa ada bantuan bahan kimia seperti pestisida. Pestisida sendiri sering digunakan untuk membasmi berbagai serangga atau hama pengganggu sayuran yang sering membuat sayuran rusak. Sebenarnya belum ada penelitian pasti yang menunjukkan bahwa residu (sisa) pestisida yang menempel pada sayuran akan menyebabkan penyakit berbahaya bagi kesehatan. Namun, sisa-sisa bahan kimia pada sayur ini memang dipercaya akan menimbulkan masalah kesehatan bila terus dikonsumsi dan menumpuk di dalam tubuh. Karena itu sayuran organik bebas dari berbagai zat kimia.
Bebas dari zat kimia berarti dari dibukanya lahan, pemberian pupuk, pemillihan bibit, proses tanam, pemeliharaan dan pembasmian hama sampai pengemasan pascapanen tidak menggunakan zat kimia.
Pupuk yang diberikan untuk sayuran berasal dari pupuk organik, seperti kompos atau pupuk kandang, bukan pupuk kimia. Pembasmian hama juga tidak menggunakan pestisida dari bahan kimia. Tidak ada suntik hormon agar cepat tumbuh, juga tidak ada pengawet ketika sayur dikemas untuk dijual. Semuanya alami.
Karena sayuran organik dibudidayakan secara alami, maka sayuran tersebut mengandung berbagai keunggulan dibandingkan sayuran non organik. Keunggulan tersebut terutama adalah aman dari residu bahan kimia sehingga sangat menunjang kesehatan kita.

Berbagai keunggulan sayuran organik antara lain sebagai berikut:

1.      Sayuran Organik Lebih Aman untuk Dikonsumsi
Sayuran non organik yang kita makan sehari-hari merupakan sayuran yang dibudidayakan dengan bantuan zat kimia. Zat kimia yang paling banyak menempel pada sayur non organik terutama adalah dari penggunaan pestisida.
Pengaruh zat kimia pada makanan yang kita konsumsi akan berakumulasi dalam tubuh dan pada akhirnya menyebabkan banyak penyakit, seperti kanker. Tentu akan lebih baik mencegahnya dengan beralih mengonsumsi bahan makanan organik, termasuk sayuran organik.
Namun, sayuran organik tidak otomatis sehat 100%. Ia masih rawan terhadap bibit penyakit, terutama yang berasal dari virus dan bakteri. Sayuran organik biasanya dicuci hanya dengan air, tanpa bahan kimia. Dengan begitu jika ada bakteri yang menempel tidak bisa mati. Oleh karenanya, sayuran organik harus dimasak sampai matang.

2.      Sayuran Organik Lebih Kaya Nutrisi
Menurut beberapa penelitian, sayuran organik mengandung nutrisi yang lebih tinggi daripada sayuran nonorganik. Chris Aleson dari The Organics Retailers and Growers Association of Australia mengatakan bahwa sayuran organik mengandung magnesium, sodium, kalsium, potasium, dan zat besi sepuluh persen lebih tinggi dibandingkan sayur bukan organik.
Pada penelitian lain menyebutkan bahwa vitamin-vitamin yang terkandung dalam sayuran non organik menurun sekitar 80% karena pengaruh zat kimia yang digunakan, seperti untuk mengawetkan bahan pangan tersebut. Sayur organik tidak menggunakan itu, sehingga kandungan vitaminnya tetap maksimal.
Para petani mengungkapkan bahwa sayuran organik jusru lebih awet dibandingkan dengan sayuran non organik. Nutrisi yang lebih tinggi juga disebutkan karena tanah yang digunakan lebih subur. Cacing-cacing pengurai tanah jumlahnya meningkat. Tanah menjadi lebih kaya akan nitrogen. Tanah yang tidak terkena zat kimia menunjang meningkatnya mikroba-mikroba penghasil enzim vitamin untuk tanaman.

Selain itu sayuran organik memiliki kekurangan atau kelemahan yaitu :

Kelemahan Sayur Organik
1.                   Dari segi kesehatan, sayur organik tidak memiliki kelemahan sedikitpun. Sebaliknya, sayur ini malah menguntungkan bagi tubuh. Tapi, saat ini sayur organik masih agak susah didapat, karena itu harganya cukup mahal dan tak banyak orang yang hobi membeli sayur organik.
2.                   Dari segi budidaya, sayur organik tergolong sayuran yang “merepotkan” untuk dipelihara. Hal ini dikarenakan pemeliharaan sayur organik harus mendapat perhatian ekstra. Mulai dari bibitnya yang harus bagus, kualitas tanah yang baik, sampai perlindungan terhadap hama-hama pengganggu.
Permasalahan lain adalah pupuk organik yang menjadi syarat mutlak dari sayur organik. Di sisi lain, pupuk organik ini memiliki unsur hara (zat yang dibutuhkan tanaman) lebih rendah daripada pupuk anorganik. Jadi pemakaian pupuk organik pada sayur organik pun harus lebih banyak dan cukup boros.


Kalimat Persuasif
Di zaman yang sudah modern ini siapa yang tidak mengenal sayuran organik. Semua orang pasti mengenalnya, terlebih lagi manfaat dan zat baik apa saja yang ada pada sayuran organik tersebut. Maka tidak heran banyak yang mulai beralih mengkonsumsi sayuran organik ketimbang sayuran non-organik yang sudah kita ketahui sebelumnya bahwa sayuran non-organik mengandung pestisida yang sangat berbahaya jika di konsumsi oleh tubuh manusia. Maka masyarakat saat ini lebih memilih sayuran organik walaupun masih susah didapat dan harganya juga sedikit lebih mahal dari sayuran non-organik, tetapi banyak masyarakat yang masih perduli akan kesehatan tubuh mereka. Belakangan sudah mulai banyak petani local yang beralih menjadi petani sayuran organik, menjadikan masyarakat dengan mudah mendapatkan sayuran organik tersebut. Dalam sayuran organik banyak manfaat yang terkandung didalamnya misalnya:
  • Sayuran organik lebih enak, segar dan tidak cepat membusuk
Sayuran organik memiliki rasa yang lebih manis, renyah dan segar. Hal ini disebabkan karena sedikitnya kandungan air dalam sayuran itu. Kandungan air yang lebih sedikit ini pula yang menyebabkan sayuran organik lebih tahan lama.
  • Aman dari zat kimia berbahaya
Seperti yang dijelaskan diatas, sayuran organik tidak menggunakan bahan kimia dalam proses penanamannya. Oleh karena itu sayuran organik tidak mengandung residu pestisida atau pupuk kimia yang dapat membahayakan tubuh manusia dengan menyebabkan kanker.
  • Lebih bergizi dan sehat
Sayuran organik memiliki kandungan gizi yang lebih tinggi dibandingkan sayuran non organik. Kandungan gizi itu antara lain mineral dan vitamin. Sayuran yang ditanam secara organik umumnya tumbuh lebih lama sehingga kandungan gizinya lebih tinggi.
Maka dari itu sayangi tubuh kita dengan mengkonsumsi makanan yang sesuai dan bergizi untuk tubuh kita. Agar tidak timbul penyakit-penyakit yang bisa mengancam nyawa kita dikemudian hari, karena sehat itu sangat mahal.

Minggu, 20 Maret 2016

Perjalanan LGBT di Indonesia dan Dunia



LGBT seperti kita ketahui singkatan dari Lesbian, Gay, Biseksual, danTransgender. Istilah ini digunakan semenjak tahun 1990-an menggantikan frasa “komunitas Gay” karena istilah ini lebih mewakili kelompok-kelompok yang kelainan orientasi seksual.
Lesbian merupakan salah satu orientasi seksual terhadap sesame jenis(Wanita), Gay atau Homoseks adalah orientasi seksual penyuka sesama jenis (Laki-laki). Biseksual, orientasi seksual bisa kedua-duanya kepada wanita, maupun laki-laki. Serta Transgender seseorang yang ingin berubah bentuk fisiknya ketika lahir, misalnya laki-laki ingin menjadi perempuan atau sebaliknya.
Cikal bakal organisasi dan avokasi LGBT di Indonesia sudah berdiri lama. Salah satunya organisasi jadul bernama: Hiwad, Himpunan Wadam Djakarta. Wadam, wanita Adam, mengganti istilah banci dan bencong. Namun, organisasi Wimad diprotes MUI.

Kemudian pada 1982, pelaku homo mendirikan Lambda Indonesia. Pada 1986 berdiri Perlesin, Persatuan Lesbian Indonesia. Pada tahun yang sama, berdiri juga pokja GAYa Nusantara, kelompok kerja Lesbian dan Gay Nusantara.

Sementara era 1990-an semakin banyak organisasi yang berdiri. Tahukah Anda? Pendirian organisasi mereka berkedok emansipasi, merujuk emansipasi wanita. Mereka juga mendirikan media sebagai publikasi. Ada beberapa media yang didirikan sebagai wadah komunikasi antar-LGBT.

''Gue tahun 1984 mulai jadi lesbi,'' pengakuan seorang mantan lesbi yang menjadi buci.

Saat itu, ia biasa nongkrong di King Cross, Hailai, dan sejumlah pub di Jakarta. Jangan heran. Di sejumlah pub itu, dia juga sering bertemu dengan pejabat-pejabat era Orde Baru, eksekutif, maupun legislatif. Tapi, mereka hanya mencari hiburan. Beberapa tempat kongkow era jadul, kini ada juga yang sudah tutup.

Era 90-an bergerak luar biasa dengan dukungan organisasi sekutu mereka: seperti organisasi feminis, tapi tidak semuanya. Lalu, dukungan organisasi kesehatan dan seksual, organisasi layanan HIV, dan Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia.

Mereka yang mendukung organisasi ini mendukung dan memberi ruang, bahkan untuk sejumlah kegiatan. Nah, ragam kegiatan itu sering disamarkan untuk kalangan muda.
Pada 1993, dihelat Kongres Lesbi dan Gay disingkat KLG 1, di Jogja. Dua tahun berikutnya, digelar kongres serupa. Pada 1995, KLG II diadakan di Bandung. KLG III di Bali (1997). Organisasi LGBT mulai menyeruak ke sejumlah daerah, di antaranya Surabaya, Medan, dan Ambon. Namun, pendataan jumlah pelakunya lemah.

Tak hanya organisasi dan perhelatan kongres, mereka juga menggelar pesta akbar. Dulu sangat terkenal istilah September Ceria pada 90-an. Ini adalah pesta masif pelaku LGBT yang digelar malam minggu pertama tiap September.

''Sekarang namanya gathering, khusus lesbi, ya. Sebulan sekali kita kumpul semua, semua grup. Sekali party ratusan orang. Having fun aja. Menyewa vila atau tempat sepi lah,'' demikian penuturan Amel, nama samaran, mantan pelaku lesbi.

Kembali ke perjalanan organisasi LGBT. Pada 1998, ketika sudah memasuki era reformasi, LGBT mendapatkan momentumnya. Momentum sama, awal gerbang pertama karut-marut republik ini dengan buntut diamendemennya UUD 1945. Organisasi-organisasi LGBT semakin menggurita. Mari simak laporan Dialog Nasional LGBT. 
Dalam laporan bertajuk "Hidup sebagai LGBT di Asia: Laporan Nasional Indonesia", setebal 85 laman itu dituliskan:

Perubahan dramatis yang terjadi dalam sistem politik dan pemerintah pada Mei 1998, membuka pintu bagi gerakan ini untuk semakin berkembang dengan cakupan lebih luas:

1. Kongres Perempuan Indonesia pada bulan Desember 1998 secara resmi mengikutsertakan perwakilan dari kaum lesbian, wanita biseksual, dan pria transgender (LBT). Dalam kongres tersebut, Koalisi Perempuan Indonesia untuk Keadilan dan Demokrasi (KPI) menegaskan mereka secara resmi termasuk Sektor XV, yang terdiri dari orang-orang LBT.

Meskipun di beberapa provinsi yang lebih konservatif terjadi sentimen yang keberatan terhadap pengikutsertaan orang-orang LBT. Di wilayah yang mengenal kerangka ini, orang LBT dapat diberdayakan untuk mengorganisasi diri.

2. Pendekatan yang berbasis hak asasi manusia menjadi semakin nyata dalam karya banyak organisasi LGBT, baik yang sudah lama maupun yang baru muncul. Hal ini membuka peluang kerja sama lebih lanjut dengan organisasi-organisasi hak asasi manusia arus utama.

3. Sementara wacana media massa seputar HIV selama dasawarsa sebelumnya telah meningkatkan visibilitas permasalahan di seputar pria gay dan waria. Tanggapan ad hoc terhadap masalah HIV diganti dengan penyelenggaraan berbagai program yang strategis, sistematis, dan didanai secara memadai.

Pada 2001 dan 2004 diadakan konsultasi nasional dan pada awal 2007 berdiri Jaringan Gay, Waria dan Laki-Laki yang Berhubungan Seks dengan Laki-Laki Lain (GWL-INA) dengan dukungan dari mitra kerja, baik nasional, bilateral, maupun internasional (Anonim, 2012).

4. Setelah Konferensi International Lesbian, Gay, Bisexual, Trans and Intersex Association (ILGA) tingkat Asia yang ke-3 di Chiang Mai, Thailand, yang diselenggarakan pada Januari 2008, enam organisasi LGBT yang berkantor pusat di Jakarta, Surabaya, dan Yogyakarta bergabung untuk memperkuat gerakan mereka. Langkah ini menjadi awal Forum LGBTIQ (Lesbian, Gay, Bisexual, Transgender, Intersex & Queer) Indonesia.
Dialog Nasional dihadiri 71 peserta dari 49 lembaga, termasuk wakil-wakil organisasi LGBT dari 15 di antara 34 provinsi di Indonesia. Dialog Komunitas LGBT Nasional Indonesia digelar pada 13-14 Juni 2013 di Nusa Dua, Bali, sebagai kegiatan utama komponen Indonesia dalam rangka prakarsa ‘Hidup Sebagai LGBT di Asia’.

Diorganisasi kerja sama dua jaringan nasional, GWL-INA, yang berhubungan dengan permasalahan HIV dan Forum LGBTIQ Indonesia. Demikian tulis laporan LGBT tersebut. Pada 26 dan 27 Februari 2015, dihelat kongres LGBT Asia di Bangkok.

Dalam catatan LGBT sendiri, pada 2013, diklaim ada 119 organisasi LGBT. Organisasi tersebut tersebar ke 28 provinsi di Indonesia. Pada 2015, menurut pengakuan mantan lesbi, ada sedikitnya 200-an organisasi LGBT.

''Kalau lo bilang LGBT ada di kota doang, lo salah. Sekarang di mana-mana, strata apa saja banyak. Pelaku yang menikah banyak, tapi selingkuh dengan LGBT. Sekarang ngincar pelajar, mereka disebut brondong.''

Di kalangan jetset, LGBT terutama lesbi, ada semacam arisan brondong. Misal, si A memiliki pasangan remaja. Si B, iri. Nah, bila si B mendapatkan pasangan brondong milik si A, itu kebanggaan tersendiri. ''Siapa yang gak ngiler. Ada yang dapat rumah, mobil atau deposito. Shopping-shopping mah gampang,'' ungkap Amel.
Kaum LGBT, terutama lesbi, memiliki grup. Antara belasan sampai puluhan. Masing-masing grup memiliki basecamp untuk kongkow. Khusus di kalangan middle up, kongkow dilakukan di sejumpah pub di Jakarta. Biasanya paling banyak di daerah Jakarta Selatan. Ada juga yang ngumpul di rumah-rumah mereka. Kehidupan LGBT lekat sekali dengan alkohol, drugs, dan penyimpangan seks.

Kalau lesbi biasanya suka minum apa? Amel mengungkap, minuman mereka berbanderol ratusan ribu sampai jutaan per botol. Seperti Long Osland, Flaming Bikini, Black Russian, Jack Daniel, dan semacamnya. Beberapa diiringi ekstasi dan narkoba lain. Seringnya adalah sabu.

Jika ada acara gathering, mereka menyebarkan via broadcast. Bahkan, ada EO khusus untuk mengorganisasi acaranya. Dananya patungan. Bagi kalangan jetset, itu mudah. Ada yang menarik bila menilik laporan nasional LGBT. Di laman 64, tertulis:

''Ada sejumlah negara Uni Eropa yang pernah mendanai program jangka pendek, terutama dalam kaitan dengan hak asasi manusia LGBT. Pendanaan yang paling luas dan sistematis telah disediakan oleh Hivos, sebuah organisasi Belanda.

Dimulai tahun 2003, pendanaan ini kadang-kadang bersumber dari pemerintah negeri Belanda. Kemudian, Ford Foundation bergabung dengan Hivos dalam menyediakan sumber pendanaan bagi organisasi-organisasi LGBT.

Kedua badan penyandang dana yang terakhir disebut di atas, mengarahkan penggunaan dananya pada advokasi LGBT dan hak asasi manusia daripada penanggulangan HIV sebagaimana fokus tradisional badan pemberi dana lainnya.''
LGBT selalu menggunakan hak seksualitas dan hak asasi manusia sebagai tamengnya. Namun, mereka lupa masyarakat Indonesia yang tidak sepakat dengan LGBT juga memiliki hak asasi. Kalau mereka menggunakan hak itu untuk senjata agar diterima, masyarakat juga punya hak asasi menyelamatkan generasi dari LGBT. Menyelamatkan dari seks menyimpang, menyalahi fitrah manusia, norma, dan agama.

Kaum LGBT dan pendukungnya juga menuding agama Islam, Kristen, dan masyarakat yang menolak LGBT dianggap konsevatif. Pertanyaannya: agama mana yang menerima LGBT? Islam, Kristen, bahkan Yahudi melarang gaya hidup LGBT. Tak ada agama yang mengizinkan. Jadi, LGBT menganut agama apa, budaya mana?

Salah satu kitab suci psikologi LGBT, buku DSM, The Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders, biasa dikenal DSM. Buku ini terbitan American Psychiatric Association. Buku itu digunakan pelaku LGBT dan aktivis HAM untuk dijadikan pembenaran bahwa perilaku para LGBT tidak menyimpang. Disusun tujuh orang. Lucunya, lima dari penulisnya adalah pelaku LGBT.

Dilansir Hidayatullah, penulis buku tersebut adalah Judith M Glassgold Psy. Dia sebagai ketua (lesbian), Jack Dreschers MD (homoseksual), A. Lee Beckstead Ph.D (homoseksual), Beverly Grerne merupakan lesbian, Robbin Lin Miler Ph.D (biseksual), Roger L Worthington (normal), tapi pernah mendapat Catalist Award dari LGBT Resource Centre, dan Clinton Anderson Ph.D (homoseksual).

Masyarakat sepatutnya waspada gurita LGBT. Apalagi, bocah ingusan mulai terjerat jaringnya. Namun, tak pantas juga berlaku keras. Asal vonis. Alangkah elegan jika semua pihak merangkulnya, menasihatinya dengan hati, bukan emosi. Banyak dari mereka adalah korban. Korban lingkungan, dendam, dan sebagainya. Alangkah ciamik jika ada lembaga khusus yang menangani hal ini.

Tak hanya LGBT, tapi patologi sosial lain. Untuk lebih jelas mengetahui seluk beluk, keseharian, penyebab, dan potret telanjang lain tentang LGBT serta penyakit sosial di Indonesia: saya coba mengupas di buku LDU, yang masih digarap.

Observasi kecil beberapa tahun, turun lapangan, dari pelosok pegunungan sampai pedalaman Kalimantan. Berkaitan persoalan LGBT, mudah-mudahan seluruh pihak bisa turun tangan menyelesaikan secara tuntas, tentu bukan dengan jalan kekerasan.
Di Indonesia sendiri komunitas LGBT belum bisa diterima masyarakat. Tidak sedikit masyarakat berpandangan miring dari benci, kotor, serta jijiksampai mengucilkan dan menjauhi mereka. Namun demikian terdapat juga kelompok masyarakat yang justru pro terhadap komunitas ini. Salah satu bentuk pengaplikasiannya terbentuk beberapa LSM seperti Swara Srikandi di Jakarta, LGBT Gaya Nusantara, LGBT Arus Pelangi Lentera Sahaja dan Indonesia Gay Society di Yogyakarta.
Komunitas LGBT semakin terbuka menunjukkan identitas diri di ruang public dan gencar memanfaatkan teknologi informasi, termasuk media social. Sarana chatting dan facebook yang dijadikan ruang untuk saling mengetahui, mengenal dan berbagi cerita menjadi ajang pencarian pasangan. Bukti-bukti diatas merupakan salah satu contoh berkembangnya komunitas LGBT, yang menurut mereka merupakan hak asasi mereka yang patut dilindungi.
Sejumlah orang terang-terangan mempulikasikan diri sebagai kaum homoseksual di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Makassar dan Yogyakarta. Mereka yang termasuk dalam kelompok LGBT berbagai macam profesi, dari orang biasa, artis, perancang busana, dll. Di Indonesia sendiri terdapat beberapa contoh orang-orang yang berani mempublikasikan dirinya Gay seperti Dede Oetomo yang merupakan presiden Gay di Indonesia, Samuel Wattimena seorang designer terkenal memberikan pengakuan sebagai Gay di kompas edisi 18 Maret 2001, dan Jupiter Fourtissimo merupakan seorang actor yang membuat pernyataan langsung dia cara silet 24 januari 2008.
Terlepas dari pro dan kontra, akhir- akhir ini kelompok LGBT menjadi pembicaraan hangat dikarenakan menginginkan komunitasnya dilegalkan oleh Negara. Keinginan dari kelompok ini mendapat tentangan dari berbagai elemen masyarakat. Perilaku LGBT juga menjadi sorotan public, dimana beberapa waktu yang lalu pasangan homoseksual / gay di Boyolali, melangsungkan sebuah acara hajatan.

sumber :
http://suluhbali.co/artikel-komunitas-lgbt-tak-sesuai-agama-dan-adat-istiadat-indonesia/
http://www.republika.co.id/berita/jurnalisme-warga/wacana/16/01/28/o1n41d336-menelisik-perjalanan-lgbt-di-indonesia-part6